Senin, 25 Mei 2009

“SESALKU MENGHANCURKAN AKU”

Aku merasa terlahir sempurna di dunia. Apapun terasa cukup bagiku. Sesuatu yang aku inginkan selalu ada dihadapanku.sebelum semua itu melenyapkannya.

Papaku seorang direktur Bank swasta. Papa sangat sayang kepadaku, dan juga papa seorang yang pandai ,seorang imam yang baik bagi keluargaku. Juga seorang yang paling sukses diantara saudara-saudaranya. Papa mempunyai harta yang berlimpah. Aku bangga atas kerja keras papaku.

Mamaku seorang wiraswasta , mama mempunyai sebuah butik yang megah di Jl.tamrin kediri. Butik itu pemberian papaku pada ulang tahun mamaku yang ke 26 tahun, saatku masih kecil. Maklumlah mamaku sangat pandai dalam membuat busana, sehingga untuk menyalurkan bakat mamaku, papaku memberikan butik untuk mama. Selain seorang yang pandai membuat busana mama juga seorang ibu rumah tangga yang baik, mama sangat pengertian padaku. Dan juga mamaku seorang yang pandai memasak. Pernah lho mama meraih juara 2 memasak diacara arisan ibu-ibu di kecamatanku. Mamaku juga seorang yang tegar, ketika didera masalah-masalah pun mama selalu tegar dan menyemangati papaku untuk bangkit dan selalu tersenyum.

Dan aku????

Aku adalah gadis mungil yang cute, manis, manja, baik hati dan tidak sombong. Begitu celoteh teman-temanku.usiaku baru akan menginjak tujuh belas tahun bulan November mendatang. Yach kurang lebih,kurang 8 bulan sich!!. Teman-temanku bilang aku anak yang cerewet!!. Ahh biar saja meskipun begitu aku cukup bangga dengan diriku. Karena aku bisa membanggakan kedua orangtuaku. Atas hasil kerja kerasku, aku mendapat beberapa juara model kontes. Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah memberiku bentuk tubuh yang lumayan ideal juga kedua orangtuaku yang selalu mendukung aku.

“ Kring…………Kring……….!!”

“Halah,bunyi apaan sich ini??aku masih ngantuk!!” gumamku dalam hati.

“Rizi……….!!!!

“Brok……Brok………Brok………!!!”

Tersontak aku bangun dari ranjangku yang super empuk.

“Iya ma…!!”sahutku kaget sambil menguap aku tegakkan tubuhku untuk berjalan membuka pintu gerbang istanaku.

“Ada apa sich Ma??? Pagi-pagi udah ganggu aku ajach??!”

“Rizi sayang udah pukul berapa nih nak?? Kamu nggak sekolah??”

“Memang pukul berapa sih Ma sekarang?? Repot banget?!”

“Lihat itu jam?”dera mamaku !

Segera aku bangun melihat jam dan???……

“Hhaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”

“Ma..??kenapa nggak bangunin aku dari tadi sih?terlambat nih??!!”

Segera aku ke kamar mandi , tapi karena aku melihat jam,sudah sangat siang, akhirnya aku nggak mandi, dan hanya menggosok gigi, berganti pakaian lalu langsung berangkat ke sekolah.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

In the school.

“Tettt…………..Tetttt…..!!!

“Wadoch,udah bel masuk nich!”segera aku berlarimenuju kelas,dan ternyata???.

“Rizi,dari mana kamu? Sudah jam segini baru masuk kelas?? Telat berapa jam??”gumam guruku.

“Maaf Pak!tadi bangunnya kesiangan, macet lagi pak, kan baru telat 2 menit pak??!!”

“Masa???”sontak guru kesenianku yang kejam.

“Ya sudah,silahkan duduk!!”

“Alhamdulillah!!” Tumben Pak.Prasya nggak hukum aku ya?!”gumamkudalam hati.

“Anak-anak? Apakah kalian sudah membaca pengumuman ??”Tanya Pak.Prasya kepada kami.

“Sudah!!!”

“Rizi, kamu sudah membaca??”

Karena bingung dan tidak tau apa-apa aku jawab saja “iya” daripada kena hukuman.

“Iya Pak,sudah kok!”

“Bagus-bagus ,kamu ikut Rizi??”

Wadoch,ikut apa? Aku nggak ngerti apa-apa lagi,kemudian teman sebangkuku menyaut dan menjawab.

“Ya ikutlah Pak, secara Rizi kan top model kita “..

“Oooooo……….!lanjut Pak Prasya.

“Baiklah anak-anak kita mulai pelajaran hari ini!!”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

In the class

“Tettt…………..Tettt………….!!”

“Zi,ke kantin yuuk?”ajak Rere.

“Ayok Re,aku juga laper kok tadi belom maem alias makan!!”

“Zi,gimana?udah siap?kan kontes modelnya 2 hari lagi??” Tanya Rere.

“Ya siaplah, ntar biar diurus mamaku!!” jawabku singkat.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………

2 hari kemudian

Gedung Monumen Simpang Simpang Lima Gumul 15 Juni 2008.

“Baiklah kita sambut peserta dengan nomer urut 11.”aku dengar pembawa acara menyebut nomer ku.

Dengan PDnya aku leukkan badanku kekiri kekanan. Setelah pentas aku duduk di kursi tamu sembari melihat para aksi kontestan yang lain.

“Hai,boleh duduk disini? “tiba-tiba seorang mendatangiku.

“Iya silahkan!!”

“Boleh kenal nggak??kenalin dunx aku Dewa,kamu siapa??”

“Aku Rizi!”jawabku.

Alhamdulillah, pada acara ini pula aku mendapat juara 1.

Dan mulai saat itu hubungan kami semakin erat,dan saking eratnya hingga kami dikira teman-temanku pacaran.

Tapi di acara SLG itu,aku merasa sedikit kecewa karena orangtuaku yang biasanya selalu menyempatkan diri hadir saat aku kontes kali ini absen, dengan alasan sibuk. Awalnya aku mengajak Papaku, tapi papa menolak dengan alasan akan ada rapat dengan kliennya, kemudian aku mengajak mamaku. Yach, ternyata mamaku sudah ada janji dengan pelanggannya juga. Sehingga tantekulah yang mengantar aku mengikuti kontes model itu.

……………………………………………………………………………………………………………………………………….

Setelah kontes itu, aku rasakan ketidak nyamanan dalam keluargaku. Papaku jarang pulang. Dan mamaku selalu sibuk di butiknya, sehingga sering pulang malam. Dan mulai saat itu aku selalu merasa kesepian. Akhirnya pada suatu malam, aku pergi ke suatu tempat yang ramai sekali. Aku pergi seorang diri dengan mengendarai mobil hadiah dari papaku saat ultahku ke-16 kemarin. Ya walaupun aku masih belum punya SIM sich!! Aku pergi ke sebuah taman kota yang ramai. Disana aku berkenalan dengan seorang cewek yang bernama Caca. Entah mengapa aku merasa cocok dengannya. Hingga aku selalu curhat padanya tentang semua akan problem keluargaku. Setelah malam itu, akhirnya hampir setiap malam aku pergi keluar.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

In the BMB Restaurant

“Dewa makanannya enak yaa? Aku suka deh!”ungkapku kepada Dewa.

“Iya, dengan minumnya jus alpokat + roti bakar kesukaanmu kan??”jawab Dewa.

“Huuh..Huuh..!nyam-nyam!!”dengan lahapnya aku makan semua makananku!!.

Tiba-tiba..”Hah,itu kan Mama!!kok disini sich?? Siapa juga tu Om-om??”seketika itu darahku mendidih,betapa tidak mamaku sangat mesra dengan om itu?? Mamaku disuapi, dipeluk dan dicium Om itu.

Dengan santainya Dewa membujukku untuk tetap tenang dan sabar!! Karena aku tak tahan melihat, aku putuskan untuk pulang dan segera merebahkan badanku ke atas ranjangku yang super empuk!.

“Rizi….!! Brok…brok…brok…!!” biasa ocehan mamaku setiap pagi untuk membangunkanku. Aku males untuk bangun dari ranjang empukku. Tapi suara ocehan itu semakin menjadi. Akhirnya aku buka pintu kamarku dan??…

“Ada apa sih ma??”

“Kamu nggak masuk??udah pukul berapa ini??”..

“Males ahh Ma!!”..

“Kamu kenapa sich??”..

“Udah deh, aku males ya males!!”

Kemudian papaku membujukku seperti biasa yang selalu papa lakukan jika aku marah kepada mamaku!.

“Kamu kenapa sich nak?? Tumben males sekolah?”.

“Pa, papa kemana aja sich! Mama tu dijagain!!”deraku kepada papaku.

“Kamu ini kenapa sich Zi? Aneh pertanyaan kamu itu??”sontak papaku.

Karena aku anaknya ceplas-ceplos, aku ceritakan semua kejadian malam tadi., wahh seketika itu???….

“Braak….Briik……Bruuk……Tooooorr!!”

Aku mendengar ocehan orangtuaku yang tak pantas aku dengar!! Ternyata sebelumnya papaku sudah menduga perselingkuhan itu!! Dan hal itu semakin membuat aku mengutuk mamaku. Aku menjadi semakin muak di rumah, aku putuskan untuk pergi dan “MBOLANG” bersama Caca dan aku ceritakan semua masalahku padanya.

“Zi, coba deh ini??”kata Caca padaku.

“Apa ini Ca,permen kah??tapi kuk aneh bentuknya??kok pahit??obat ya??obat apa??”tanyaku pada Caca dengan segudang penasaranku karena aku belum pernah tau obat apa yang sedang diberikan Caca padaku.

“Udah deh!! Jangan ngoceh aja!! Cepetan minum! Itu bisa membuat kamu lupa masalahmu dan bisa membuat kamu”FLY”…hehe!!”desa Caca agar aku segera minum obat itu.

“Haha, ada aja kamu Ca!! Tanpa ragu aku meminum obat itu!!”

Semakin hari, aku semakin gerah di rumah, setiap hari aku harus mendengar percecokan kedua orangtuaku. Hingga berakhir diperceraian yang akan disidang minggu depan. Dan mulai saat itu aku semakin dan semakin mengutuk mamaku. Untuk itu aku menjadi sering mengkonsumsi obat yang akhirnya aku beli dari Caca. Meskipun aku harus menghabiskan uangku untuk membeli barang itu. Tapi tak apalah, secara papaku selalu menuruti kemauanku. Apalagi hanya uang jajan. Karena setelah percereain itu, aku memilih tinggal bersama papaku karena aku pikir papa bisa mendukung karirku ketimbang ikut mama yang sekarang tak punya apa-apa karena perceraian itu!! Aku juga tak tau mamaku sekarang ada dimana!! Mungkin dengan om-om itu!!.

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

In the BMB Restaurant

“Zi??? Kamu kenapa sich?? Akhir-akhir ini kamu berubah drastis banget! Pemalas, sering bolos, aku dengar dari papamu, karirmu merosot, sering membangkang, menghabiskan uang, nilai-nilaimu jatuh dan sering pulang malam?! Kenapa sich Zi??”Tanya Dewa yang sedang mengajakku makan siang di warung favoritku. Tanpa basa-basi aku tinggalkan Dewa dan aku pulang!.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

Keesokan harinya didepan sekolah.

“Zi………!!!!Zi……..!!”teriak Dewa padaku.

“Zi,tunggu-tunggu!!”teriak Dewa sembari menarik tanganku.

“Ada apa sich Dewa?? Aku capek mau pulang!”tambahku.

“Zi, ibumu sedang sakit!! Kamu ini kenapa sich?? Iya aku tahu mamamu pernah berbuat salah padamu dan keluargamu, tapi tak adakah maaf untuk mamamu?? Lihat dia!! Lihat!!!!!! Disana dia sekarat menunggui kedatanganmu!! Apakah kamu akan tetap seperti ini?? Durhaka kamu Zi??!! Menyesal aku telah memujamu!!”

Begitu kaget dan tersontaknya aku mendengar kata-kata Dewa , dia yang telah aku anggap sahabatku, sebagai kakak, sebagai penghibur laraku, yang selalu lembut dan mengertiku berkata sekeras itu padaku didepan seribu mata yang melihat. Walaupun akhirnya aku luluh juga!!

“Dewa, aku sudah hancur. Aku sudah masuk dalam jurang kegelapan. Aku ngeDrugs!! Karirku sudah hancur. Dan lebih bejatnya lagi , ternyata papaku juga main serong dengan perempuan lain, bahkan lebih bejat dari mamaku!! Aku sudah hancur Wa!!!”keluhku kepada Dewa, dengan bijaksananya dia menasehatiku.

“Zi, di dunia ini tiada manusia yang sempurna. Tidak ada seorang yang tidak pernah berbuat salah. Tuhan saja mau memaafkan hamba-Nya yang berbuat salah!! Apalagi dia mamamu Zi, yang mengandungmu, melahirkanmu, merawatmu dan membesarkanmu dengan peluh keringatnya”.

“Baiklah,Wa aku ikut denganmu!!”kataku pada Dewa.

“Zi, lihat itu, kok rame banget ya?? Ada apa ini?!!”panggil Dewa padaku. Lalu kamipun masuk ke sebuah rumah yang mungil. Lalu kutemui sesosok tubuh yang terbaring di pembaringannya, wajahnya yang pucat pasi dan tubuh yang kurus mengering membuatku semakin tertegun layu. Andai aku bisa memutar kembali waktu yang telah berjalan untuk kembali bersamanya. Dan aku yang tak punya hati untuk menyakitimu, aku yang tak punya hati tuk mencintaimu yang selalu mencintai diriku. Walau kau tahu diriku selalu menghujatmu.

By : Rizky Ayu

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini