Senin, 25 Mei 2009

PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA

Disebuah jalan menuju kerumah Stella…..

“Lho, itu kan kak Damian kakak kelas kita”, kata Stella kepada temannya. Damian pun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kosong. Dan ini pun menjadi pertemuan pertama mereka disebuah lampu lalu lintas disebuah jalan. Sejak saat itu, Stella dan Damian pun sering bertemu. Padahal sebelum mereka bertemu pada saat itu, keduanya tidak pernah saling bertemu, bahkan juga tidak saling kenal satu sama lain.

Suatu pagi disebuah rapat OSIS di sekolah…..

Stella dan temannya Wingky sedang asyik berdiskusi, tiba-tiba salah seorang anggota OSIS mengajak Stella berbicara. Dan anggota OSIS itu adalah Damian kakak kelas Stella. “Hai dek, punya obeng gak?” tanya Damian. Stella pun menjawab, “He…ya gak punya lah kak”. kemudian Damian pun bertanya lagi, “Tapi kalo nomor Hp ada kan?”. Stella pun hanya tersenyum bingung.

Suatu sore, disekolah Stella diadakan sebuah pertandingan sepak bola. Dan kelas Stella jadi pesertanya. Stella dan teman-temannya akan segera pergi ke lapangan untuk memberi semangat kepada temannya yang sedang ikut bertanding. Tapi sebelum Stella berangkat ke lapangan, tiba-tiba Hp Stella berdering. Dan disitu ada sebuah sms yang isinya menanyakan apakah benar ini nomornya Stella. Stella pun bingung dan penasaran. Tak lama kemudian, Hp Stella berdering lagi dan disitu juga ada sms yang mengatakan bahwa si pengirim sms tadi adalah anggota OSIS, dengan seorang pengirim yang sama. Stella pun langsung menebak, bahwa yang mengirim sms tadi adalah Damian, kakak kelasnya. Dan tanpa disengaja, tebakan Stella pun benar. Karena lama-kelamaan, si pengirim sms itu pun mengaku pada Stella, bahwa dia adalah Damian, dan dari situlah, hubungan mereka berlanjut.

Stella Dan Damian pun jadi sering sms-an dan juga telpon. Bahkan di sekolahan pun, Damian juga sering menghampiri Stella di kelasnya. Sampai-sampai Damian lupa, bahwa dia masih mempunyai seorang kekasih disekolahannya. Sebut saja dia Dewi. Tapi hubungan keduanya memang sedang tidak baik. Mereka sedang dilanda suatu masalah.

Suatu hari, teman Dewi (Mona), mengetahui Damian sedang menghampiri Stella di kelasnya. Dan keesokan harinya, Mona memberi tahu hal itu kepada Dewi. “Eh wi, kamu tahu gak, kemarin aku liat Damian loe”, katanya. Dewi pun mulai bertanya pada Mona (temannya) itu, “ Liat kenapa?” tanyanya. “Liat Damian lagi nyamperin Stella, anak kelas 1 itu”. Jawab Mona. Kemudian Dewi pun kembali bertanya pada Mona “Kamu yakin? Itu Damian?” Tanyanya dengan nada meyakinkan. “yakin banget dong wi, masak aku lupa sih sama tampangnya Damian?” jawab Mona. Dewi pun marah kepada Damian. Hingga pada suatu saat, Stella dan Damian pun jadi tidak pernah berhubungan lagi. Hal itu dikarenakan karena Dewi tidak suka jika Damian berhubungan dengan Stella.

Keesokan harinya, teman Damian (Yoga) memberi tahu Stella, kalau Damian belum bisa menghubungi Stella. Stella pun merasa sedih karena dia sudah terlanjur menyimpan rasa pada Damian, sedangkan dia tidak bisa berhubungan lagi dengan Damian. Dan dia juga menyerah karena dia merasa bahwa sosok kak Dewi memang tidak bisa digantikan oleh siapapun di hati Damian.

Beberapa minggu kemudian, Damian pun mulai menghubungi Stella lagi. Dan dia pun bilang pada Stella bahwa dia sudah putus dengan Dewi. Stella pun merasa bersalah, karena pada saat Damian dan Dewi ada masalah, Stella pun masuk dikehidupan Damian. Dia merasa bahwa Damian dan Dewi putus karena gara-gara dia. Tapi dengan sikap Damian yang dewasa, dia berusaha meyakinkan Stella bahwa dia putus dengan Dewi bukan karena kesalahan Stella. Tapi, karena sikap Dewi yang sangat egois. Akhirnya, Stella pun percaya pada Damian. Dan sejak saat itu, hubungan keduanya kembali bersemi. Hubungan Stella dan Damian kembali dekat. Hingga bisa dikatakan, hubungan keduanya adalah hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa.

Hari demi hari mereka lalui dengan perasaan gembira dan bahagia. Mereka tidak pernah merasa jenuh sedikit pun satu sama lain. Setiap hari, Stella dan Damian selalu berhubungan, baik lewat sms ataupun telpon. Hingga pada suatu hari, saat mereka berdua sedang berbicara, tanpa disengaja hal yang mereka sukai itu pun sama. Contohnya saja, Omellete. Damian sangat suka pada makanan itu, begitu juga Stella. Dan awal kesamaan itulah yang membuat keduanya semakin dekat dalam menjalani hari-hari ini.

Dan bagi Damian sendiri, kejadian lalu itu hanyalah pertemuan biasa. Namun anehnya, setiap Damian bertemu dengan Stella, entah mengapa, jantung Damian pun merasakan getaran yang berbeda dari biasanya. Padahal sebenarnya, Damian adalah sosok laki-laki yang terkenal dengan sikapnya yang cukup cuek terhadap seorang wanita. Namun, sejak dia bertemu dengan Stella, dia merasakan hal yang berbeda dari biasanya, ia seakan-akan menemukan seseorang yang mampu meluluhkan hatinya yang beku terhadap seorang wanita.

Setiap langkah yang Damian pijak, bayangan Stella pun selalu ada di benaknya. Damian bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Damian bertanya-tanya pada hatinya, apakah maksud dari semua ini?. Namun, ia tetap tidak menemukan jawabannya. hingga akhirnya dia menyerah dan berkata “biar waktu yang akan menjawab semua teka-teki ini”.

Sampai dengan suatu saat, Damian pun terus terbayang-bayang dengan wajah Stella. Dia benar-benar tidak bisa melepas bayangan Stella dari pikirannya. Dan anehnya, Stella pun mengalami hal yang sama seperti apa yang Damian alami.

Keesokan harinya, saat mereka berdua bertemu, hal pertama yang mereka lakukan adalah saling berbagi cerita satu sama lain. Damian pun mulai membuka topik cerita. “kenapa sih bayangan wajahmu selalu ada di pikiranku?”, kata Damian. Stella pun diam tanpa kata mendengar omongan Damian. Lalu Stella pun berkata, “jadi, kakak juga mengalami hal itu?”, kata Stella dengan nada kaget. “lho, memangnya kenapa, dek?”, tanya Damian. “aku juga mengalami hal yang sama seperti yang kakak alami!”, jelas Stella. Mereka pun bingung memikirkan hal itu. Sampai-sampai, hati Stella pun berkata, apa mungkin ini jodoh? “ah. . .tapi, mungkin ini cuma pikiranku aja”, pikir Stella. Hubungan keduanya benar-benar aneh, karena dibalik hubungan mereka, tersimpan banyak persamaan yang tidak pernah mereka duga. Mulai dari makanan, lagu, genre musik, kebiasaan, harapan, impian, bahkan cita-cita di masa depan pun mereka sama. Ini adalah persamaan yang benar-benar tidak wajar. Persamaan mereka terlalu banyak. “jika ini hanya sekedar kebetulan, nggak mungkin persamaan kita sampai sejauh ini?”, kata Stella. “kamu benar, dek. Ini benar-benar hal yang nggak wajar.” Sahut Damian.

Beberapa bulan ke depan, Damian akan segera melanjutkan studinya ke luar kota. Hati Stella pun sedih mendengar rencana Damian. Tapi, apa boleh buat, itu adalah rencana untuk membangun sebuah masa depan. Akhirnya, Stella pun setuju dengan rencana Damian. Dan dia juga merelakan Damian untuk pergi keluar kota.

Hari demi hari Stella lalui tanpa seorang Damian di sisinya. Damian pun juga merasakan hal yang sama seperti yang Stella rasakan. Sekarang, mereka berdua tidak pernah bertemu dan juga jarang berkomunikasi. hal itu membuat keduanya menyimpan perasaan rindu yang sangat mendalam. Meskipun begitu, Stella tetap sabar menanti kedatangan Damian. Dia tidak pernah bermain-main dengan laki-laki lain selain Damian. Ia tetap teguh pada pendiriannya, begitu juga Damian. Dia benar-benar di selimuti dengan rasa rindu yang sangat mendalam, sampai-sampai, ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Stella. Karena, sekarang hanya ada Stella di hati Damian.

Beberapa tahun kedepan, Damian pun sudah menyelesaikan studinya. Dia juga sudah bekerja di sebuah perusahaan ternama di kota itu. Dan hal selanjutnya yang ingin Damian lakukan adalah, menemui Stella dan mengajaknya untuk menikah dengannya. Setelah mereka berdua bertemu, mereka pun saling melepas rasa rindu masing-masing. Dan pada waktu itu juga, Damian pun melamar Stella untuk menjadi istrinya. Stella pun kaget dengan permintaan Damian. Tapi bagaimanapun juga, Stella memang sayang dan cinta pada Damian. Akhirnya, Stella pun menerima lamaran Damian.

Dan beberapa minggu ke depan, keduanya pun melangsungkan sebuah pesta pernikahan. Rumah tangga Damian dan Stella pun sangat harmonis. Bahkan pernikahan mereka pun membawakan sebuah hasil, yaitu dengan adanya kehadiran anak-anak disisi mereka. Dan hal ini, membuat keduanya semakin bahagia dan harmonis selalu.

By : Ony Ulfa

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini