Jumat, 14 Agustus 2009

t=v1+v2 : Cara meningkatkan traffic dan popularity dengan cepat dan alami

Mohon baca baik-baik lalu terapkan
dengan benar….

Sebuah filosofi mengatakan “Honesty
is The Best Policy (Kejujuran adalah politik/strategi terbaik)” , inilah yang
akan kita buktikan….apakah konsep kejujuran bisa kita olah menghasilkan traffic
dan popularity yang lebih hebat dari konsep rumit para expert webmaster atau
pakar SEO..?…

Saya yakin bisa asal konsep ini di
jalankan dengan benar…,bila ini di terapkan pada web anda sesuai ketentuan maka:

* Web anda akan kebanjiran traffic
pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot memikirkan
SEO atau capek-capek promosi keberbagai tempat di dunia internet.

* Web anda akan kebanjiran backlink
secara luarbiasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai
tempat di dunia internet.

Jika Albert Einstein memakai
persamaan e=mc² untuk menggabungkan potensi masa dan kecepatan cahaya untuk
menghasilkan energi nuklir yang luar biasa itu ,maka kita akan memakai persamaan
t=v1+v2 untuk mnggabungkan potensi web saya dan web anda untuk menghasilkan
traffic dan popularity yang luar biasa pula.

Jika Einstein menggunakan atom
plutonium dan uranium untuk membuat bom nuklir, maka kita menggunakan Kejujuran
dan ketepatan untuk membuat bom traffic dan popularity ini.

Yang perlu anda lakukan adalah ikuti
langkah-langkah berikut :

1. Buat posting artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste posting ini
dan juga diberi berjudul : t=v1+v2 ,Cara meningkatkan traffic dan popularity
dengan cepat dan alami.

2. Selanjutnya Copy atau buat
kalimat “MAGIC TRICK” yang ada di bawah nomor 4 ini lalu pasang di web anda pada
bagian yang paling mudah dilihat pengunjung, misalnya di bagian atas sidebar.

3. Pindahkan atau ganti link atau
alamat url posting saya

(di sini) menggantikan alamat url rekan saya

(disini-2). Untuk mengetahui alamat url posting saya dan posting yang anda
buat adalah bisa dengan meng-klik judul/title posting yang kita buat ini.

4. Lalu isi alamat url posting anda
pada pada

(di sini) tadi. Jadi anda melakukan publish (terbitkan) 2 kali, setelah
posting ini selesai anda buat lalu di terbitkan, dan lalu anda klik pada title (judul)
posting untuk mengambil/meng-copy alamat url posting anda dari address bar
browser anda, lalu anda edit lagi posting tadi dan masukan pada link disini-1
itu. Berikut tulisan “MAGIC TRICK” yang perlu anda pasang di bagian web anda (setelah
di ganti link url-nya sesuai ketentuan di atas)

“Ingin meningkatkan traffic
pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas…? Serahkan pada
saya…! Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS…!..Klik

(di sini) dan

(disini-2)

Jadi setelah kalimat “MAGIC TRICK”
ini di letakan di web anda maka: jika pengunjung meng-klik link

(di sini) akan menuju link posting anda, dan jika meng-klik disini-2 akan
menuju link posting saya…dan seterusnya kan terus terjadi mata rantai yang tak
terputus seperti itu…

5. Di bawah ini ada 2 link :

link anda (link web saya sekarang) dan link saya (link web rekan saya
sekarang) . Maka ganti (alamatnya) “link anda” dengan “link url web anda” dan
“link saya dengan link url web saya” (link rekan saya di hapus).


link anda


link saya

6. Selesai, siapkan counter tracker
dan pengecek link misalnya sitemeter dan technorati untuk melihat hasil banjir
traffic dan linkback web anda.

Apa itu t=v1+t2…?

t : Jumlah traffic yang akan di
peroleh web anda dalam suatu hari

v1 : Jumlah pengunjung web anda
dalam suatu hari

v2 : Jumlah pengunjung yang dimiliki
v1 (pengunjung dari pengunjung web anda) dalam suatu hari.

Traffic:

Misalnya, web saya ini atau web anda
dalam sehari memiliki rata-rata pengunjung 50 orang.., dan semuanya menerapkan
konsep kita ini (MAGIC TRICK) dengan benar, dan dari 50 orang itu masing-masing
memiliki 50 orang pula pengunjung dari blog-nya , maka web kita akan berpeluang
di kunjungi 50 ditambah 50 x 50 orang pada hari itu = 2550 orang , dan akan
berpeluang terus meningkat pula hari demi hari ,karena setiap hari selalu ada
pengunjung baru di dunia internet, setiap hari juga ada blogger atau web baru di
dunia internet…

Popularity:

Misalnya, web kita memiliki
pengunjung 50 orang dalam suatu hari, dan semuannya menerapkan konsep ini , maka
dalam hari itu web anda akan mendapatkan 100 linkback ke web anda, yaitu sebuah
link pada kalimat “MAGIC TRICK” dan sebuah link pada link saya di kalikan 50.
dan akan berpeluang meningkat terus hari demi hari….

Kenapa perlu di buat link link anda
dan link saya pada posting…?

hal ini untuk menjaga keabadian link
kita, karena seperti kita tau link pada posting lebih kecil kemungkinannya
terhapus….

Bisakah kita berbuat tidak fair atau
tidak jujur menyabotase konsep ini, misalnya “menghilangkan semua link asal”
lalu di isi dengan web/blog kita sendiri…? ….Bisa, dan konsep ini tidak akan
menjadi maksimal untuk membuktikan Kejujuran adalah strategi/politik terbaik…..Tapi
saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri
dengan melakukan tindakan murahan seperti itu…

Dampak jika anda terbukti tidak
jujur:

1. Akan muncul komentar2 yang akan
menjatuhkan blog yang anda buat, baik di milis, keluhan pelanggan, maupun di
kotak komentar anda sendiri, sehingga blogger lain tidak akan percaya lagi
dengan anda.

2. Karena ketidakpercayaan tersebut,
blogger tersebut pasti akan mencari blog lain yang benar2 terbukti tips2nya,
sehingga blog anda akan ditinggalkan.

3. Jika anda tidak menyebutkan
sumber info ini (tidak jujur), maka sumber blog yang anda copy bisa saja
melaporkan tindakan anda ke google, sehingga blog anda dibanned dan pageranknya
kembali “0″

Jadi, silahkan anda lanjutkan trik
ini dengan penuh kejujuran. Niscaya blog anda akan semakin ramai dikunjungi
blogger lain.

Selamat mencoba….!!!

Terima kasih

Read More..

NISN 33 propinsi

Sebelum melangkah mencari data NISN dengan petunjuk dibawah, dua hal berikut perlu diketahui lebih dahulu:

(a) tanggal dan pukul yang tercantum pada data.

Data setiap saat akan berubah seiring pemutakhiran/laporan dari dinas pendidikan kab/kota. Bila data “detik” ini belum tercantum, mungkin beberapa saat kemudian dapat muncul.

(b) selain mengetahui NISN, sekaligus dapat dilihat NPSN.

Berikut 3 klik petunjuk mencari data NISN :

1. Klik nama Provinsi pada daftar provinsi di bawah petunjuk ini.

Terbuka Rekap Data per Kota

2. Klik jumlah siswa lurus nama kab/kota sesuai jenjang lembaga dan status negeri/swasta.

Terbuka Rekap Data per Sekolah

(pada dokumen ini terdapat NPSN).

3. Klik detil pada baris nama sekolah yang dimaksud.

Terbuka Detil Data per Sekolah

(Inilah data siswa yang dicari).

Bila ingin mencetak dokumen data tersebut, klik ikon printer di sudut kanan atas data.

Bila ingin mengecek data per siswa,

klik detil akan muncul data Detil Data per Siswa, seperti (contoh) berikut:

Detil Data per Siswa

Nomor Induk

0003534404

Nama Lengkap

Indriana

Jenis Kelamin

P

Tingkat/Kelas

3

Perhatian:

Bila terdapat data yang tidak sesuai, misal status “negeri” tertulis “swasta” maka untuk mengajukan perubahan, menyampaikan ke dinas pendidikan kab/kota dengan menyebutkan NPSN.

Daftar Provinsi (taut ke domain nisn.jardiknas).

Kelompok 1

O1 Nanggroe Aceh Darussalam
02 Sumatera Utara
03 Sumatera Barat
04 Riau
05 Jambi
06 Sumatera Selatan
07 Bengkulu
08 Lampung
09 Kepulauan Bangka Belitung
10 Kepulauan Riau

Kelompok 2

O1 DKI Jakarta
02 Jawa Barat
03 Jawa Tengah
04 DI Yogyakarta
05 Jawa Timur
06 Banten

Kelompok 3

O1 Kalimantan Barat
02 Kalimantan Tengah
03 Kalimantan Selatan
04 Kalimantan Timur

Kelompok 4

O1 Sulawesi Utara
02 Sulawesi Tengah
03 Sulawesi Selatan
04 Sulawesi Tenggara
05 Gorontalo
06 Sulawesi Barat

Kelompok 5

O1 Bali
02 Nusa Tenggara Barat
03 Nusa Tenggara Timur

Kelompok 6

O1 Maluku
02 Maluku Utara
03 Papua
04 Irian Jaya Barat


CATATAN

Bila taut provinsi di atas mengalami gangguan, dapat menggunakan langkah berikut:

Klik taut berikut : Data NISN

  • pilih nama provinsi
  • pilih nama kab/kota
  • pilih jenjang sekolah
  • pilih status sekolah
Read More..

NISN Kabupaten kediri

Data yang disajikan di situs nisn.jardiknas bersifat Online dan Real Time.
Setiap saat akan ada perubahan data seiring dengan proses pemutakhiran data yang dilakukan oleh

Dinas Pendidikan Kota/Kab se Indonesia secara online ke situs ini.

Untuk melihat data, berikut petunjuknya:

  • klik pilihan taut dibawah, akan terbuka Rekap Data sekolah se Kab. Kediri ( di sini tertera NPSN ).
  • pilih sekolah dan klik “detil” atau “download” untuk menampilkan data siswa.



Read More..

Kamis, 13 Agustus 2009

Nokia E55


General 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network HSDPA 900 / 1900 / 2100
HSDPA 850 / 1900 / 2100 - US version
Announced 2009, February
Status Coming soon. Exp. release 2009, Q2
Size Dimensions 116 x 49 x 9.9 mm, 54 cc
Weight 98 g

Display Type TFT, 16M colors
Size 240 x 320 pixels, 2.4 inches
- Half-QWERTY keyboard
- Accelerometer sensor for auto-rotate
Sound Alert types Vibration; Downloadable polyphonic, MP3 ringtones
Speakerphone Yes
- 3.5 mm audio jack
Memory Phonebook Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records Detailed, max 30 days
Internal 60 MB
Card slot microSD (TransFlash), up to 16GB, 2GB included
Data GPRS Class 32
HSCSD Yes
EDGE Class 32, 296 / 178.8 kbits
3G HSDPA, 10.2 Mbps; HSUPA, 2 Mbps
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g, UPnP technology
Bluetooth Yes, v2.0 with A2DP
Infrared port No
USB Yes, v2.0 microUSB
Camera Primary 3.2 MP, 2048x1536 pixels, enhanced fixed focus, LED flash
Video Yes, VGA
Secondary VGA videocall camera
Features OS Symbian OS, S60 rel. 3.2
CPU ARM 11 600 MHz processor
Messaging SMS, MMS, Email
Browser WAP 2.0/xHTML, HTML
Radio Stereo FM radio with RDS
Games Yes + downloadable
Colors Black Aluminium, White Aluminium, Red
GPS Yes, with A-GPS support; Nokia Maps 3.0
Java Yes, MIDP 2.1
- Digital compass
- WMV/RV/MP4/3GP video player
- MP3/WMA/WAV/RA/AAC/M4A music player
- Document editor (Word, Excel, PowerPoint, PDF) incl. MS Office 2007 support via free update
- Voice memo
- T9
Battery Standard battery, Li-Ion 1500 mAh (BP-4L)
Stand-by Up to 672 h (2G) / 432 h (3G)
Talk time Up to 8 h (2G) / 6 h (3G)
Music play Up to 18 h
Read More..

Nokia E50 ( si canggih yang ekonomis )


General
2G Network
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Announced
2006, May
Status
Discontinued
Size
Dimensions
113 x 43.5 x 15.5 mm, 70 cc
Weight
104 g

Display
Type
TFT, 256K colors
Size
240 x 320 pixels, 2.1 inches, 31 x 42 mm

- 5-way joystick navigation- Downloadable themes
Sound
Alert types
Vibration; Downloadable polyphonic, monophonic, MP3, ringtones
Speakerphone
Yes
Memory
Phonebook
Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records
Detailed, max 30 days
Internal
70 MB storage, 32 MB RAM
Card slot
microSD (TransFlash), up to 2GB, hotswap, buy memory
Data
GPRS
Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 48 kbps
HSCSD
Yes
EDGE
Class 10, 236.8 kbps
3G
No
WLAN
No
Bluetooth
Yes, v2.0
Infrared port
Yes
USB
Yes, v2.0, Pop-Port
Camera
Primary
1.3 MP, 1280 x 960 pixels, also available without camera
Video
Yes, QCIF
Secondary
No
Features
OS
Symbian OS 9.1, S60 3rd edition
CPU
ARM 9 235 MHz processor
Messaging
SMS, MMS, Email, Instant Messaging
Browser
WAP 2.0/xHTML, HTML
Radio
No
Games
Pro Tour Golf + Java downloadable
Colors
Silver, Black
GPS
No
Java
Yes, MIDP 2.0

- Push to talk- WMV/RV/MP4/3GP video player- MP3/WMA/WAV/RA/AAC/M4A music player- Document viewer (Word, Excel, PowerPoint, PDF)- Blackberry connectivity- T9- Voice command/memo- Organizer
Battery

Standard battery, Li-Ion 970 mAh (BL-5C)
Stand-by
Up to 215 h
Talk time
Up to 6 h 40 min

Extended battery, Li-Ion 1150 mAh (BL-6C)
Stand-by
Up to 240 h
Talk time
Up to 8 h
Misc
Price group
Read More..

Kamis, 16 Juli 2009

Membuat acount di facebook

Disini saya akan membahas cara membuat account di facebook yaitu
1. kamu bisa login di google atau yahoo lalu ketikan www.facebook.com
2. Di sebelah kanan kamu ada SING UP lalu isikan identitas diri anda yang lengkap
3. Kalau suda diisi semuanya lalu klik sign up
4. di situ ada text in the box isikan sama dengan gambar tersebut lalu klik sign up
5. Sekarang kamu bisa masuk ke alamat email kamu yang sudah di daftarkan di facebook lalu kamu klik code verifikasi yang di kasih sama facebook
6. kamu akan masuk di faid friends using your email account
7. Lalu isikan password email kamu, lalu klik find friends
8. Kamu bisa menambakan teman yang ada di email kamu dengan klik select all friends selanjutnya klik add friends.

Muda bukan untuk membuat facebook. Di facebook kalian bisa catting dan menambakan video dan mencari teman-teman dengan hobi yang sama.
Read More..

Cara Cepat Meningkatkan Traffic

Harap dipahami sebelumnya kalau cara cepat meningkatkan traffic dan pengunjung blog dibawah ini merupakan pilihan tambahan bagi siapa saja yang menginginkan lonjakan pengunjung blog atau situs secara cepat, singkat dan mudah. namun bagi anda yang lebih menginginkan jumlah pengunjung yang lebih natural mungkin cara ini kurang cocok tapi mungkin juga anda tetap ingin mencobanya karena cara mudah meningkatkan traffic pengunjung blog ini adalah gratis dan hanya sedikit membutuhkan waktu anda untuk melakukan surfing for credit.

Bagi siapa saja yang tertarik dengan cara cepat meningkatkan traffic dan pengunjung blog ini, silahkan ikuti langkah dibawah:

* Silahkan lakukan Free Sign Up disini.
* Pada kotak -Who Else Wants More Traffic?- isikan isi nama dan email yang ingin digunakan.
* Selanjutnya isikan data – data anda dan setelah itu periksa inbox pada email yang didaftarkan tadi.
* Jika proses pendaftaran sudah selesai, maka silahkan Login menggunakan Username & Password yang sudah didapatkan.
* Pada halaman Member Page click link Surf for Credit, maka anda akan dibawa pada halaman yang berisi beberapa link untuk di click atau melakukan Surf for Credit.
* Silahkan click salah satu link yang ada dan perhatikan pada bagian atas akan ada tombol NEXT dan dibawahnya terdapat Hitungan mundur mulai dari 20 s/d 0 yang sedang berjalan. Lalu tunggu hitungan mundur tersebut berhenti dan berganti menjadi GO dan silahkan click kembali link yang ada seperti sebelumnya.
* Jika proses surfing for credit tadi sudah benar maka anda akan mendapatkan credit yang bisa digunakan untuk mendatangkan banyak trafik pengunjung blog atau situs dengan cepat dan mudah.

Sekarang kita anggap anda sudah mendapatkan banyak credit hasil dari surf for credit sebelumnya. Maka credit tersebut bisa digunakan blog anda untuk didaftarkan ke dalam link surf for credit pada program ini. Sehingga nantinya blog atau situs anda tersebut juga akan mendapatkan traffic seperti apa yang sudah anda berikan pada blog atau situs yang ada dalam link surf for credit.

Lalu bagaimana cara memasukan blog atau situs anda pada link surf for credit silahkan ikuti langkah dibawah ini:

* Pada bagian bawah Member Page, cari Manage Your Site Promotions dan click Add a New Site Adresses.
* Selanjutnya isi URL Blog anda seperti contohnya: http://taufigar.blogspot.com.
* Berikutnya isi Title, Description, Category dan berapa Credit yang anda ingin gunakan perharinya untuk mempromosikan atau mendatangkan instan trafik ke blog anda.
* Jika semua data sudah benar jangan lupa meng click Update.

Bagaimana mudah dan singkat bukan, cara cepat meningkatkan traffic dan pengunjung blog diatas..? namun yang perlu diingat karena ini merupakan cara instant atau cara cepat maka lonjakan trafik yang didapat tentunya juga tidak sebaik jika kita mendapatkan pengunjung secara alami. Selamat mencoba…

Read More..

Senin, 13 Juli 2009

Daftar Harga Dan Spesifikasi PC/Laptop terbaru

berminat?? hubungi 085736502958
- Asus X83 core 2 duo T5800, ram 4gb, harddisk 250gb, Vga geforce 512mb, monitor 14,1" vista home premium gold : Rp 7.300.000
- Blue Dongker core 2 duo T6400 exclusive : Rp 7.450.000
- Toshiba Core 2 duo, ram 1gb, harddisk 320gb, monitor 14,1" : Rp 7.350.000
Read More..

Minggu, 05 Juli 2009

domain gratis .com , .net dengan 1yearfree.com

ada lagi nich domain gratis.... kali ini kita bisa dapat 3 atau 5 domain gratis diantaranya .com , .org , .net , .info dll

domain gratis ini disediakan untuk satu tahun, tapi jika mau membayar untuk tiga atau empat tahun akan lebih ekonomis dibanding sewa dua tahun. jika mau daftar tinggal klik di
Read More..

Sabtu, 04 Juli 2009

USB Firewall


USB Firewall adalah software yang di gunakan untuk melindungi perangkat yang menggunakan saluran melalui USB

software yang satu ini akan memperlihatkan proses autorun.inf yang memungkinkan di jalankan oleh virus dan akan di hapus secara otomatis jika terdeteksi bahwa aoturun itu mengandung virus.

Download
Read More..

Kamis, 11 Juni 2009

Domain Gratis Co.nr

ini juga termasuk domain gratis yang enak bisa di coba...
kalau mau daftar klik di sini
Read More..

Domain Gratis Coz.in

domain ini cukup bagus dan hampir mirip sama co.nr
silakan kalau mau daftar klik di sini
Read More..

Domain Gratis lewat www.nic.name


Domain yang satu ini adalah miliknya www.nic.name, free trial selama 90 hari aja..
setelah itu temen2 harus bayar.. tapi lumayanlah, buat yang pengen iseng-iseng aja...

soalnya menurutku domain yang satu ini punya feature yang lumayan bagus dan
cara pendaftaran yang mudah dibandingkan domain gratisan yang lain..

untuk feature-nya domain ini menyediakan :

1. nama domain dengan format
[nama_depanmu].[nama_belakangmu].name

2. fasilitas domain emailnya juga ada, formatnya
[nama_depanmu]@[nama_belakangmu].name

lumayankan untuk domain yang gratisan... ;D

untuk mendaftarnya temen2 bisa langsung aja link ke,

www.freeyourid.com

disana nanti temen2 akan langsung ditanyai nama
tinggal isi aja terus submit, terus tinggal ikuti petunjuk selanjutnya...
santae aja, gampang kok?!

kalo temen2 pengen nyoba langsung aja klik link diatas..
ga akan menyesal dech.. hehehe...

okay dech, sekian dulu aja pemberitauannya,
ntar kalo aku nemuin yang lebih bagus pasti aku posting lagi..

terimakasih atas perhatiannya, selamat mencoba..
Read More..

Domain gratis di Uni.cc

Uni.cc free domain :
prosesnya cukup mudah, feature2 nya:
1. SiteBuilder
2. Web Forwarding
3. Custom HTML
4. DNS

saya sempat mencoba mencicipi uni.cc ini hasil nya http://www.ilmuwebsite.uni.cc/ -->> saya arahkan / forward ke google.com
untuk mendaftar silahkan masuk ke : http://www.uni.cc/

ini lebih jelasnya:
The Source for free domain names
UNI.CC is a free domain name that will help making your web sites more accessible using short and easy-to-remember Internet addresses.
This site provides domain name redirection service and a site builder tool. We do not offer hosting, mail or FTP services at this time.
Read More..

Domain gratis smartdots.com


Smartdots.com merupakan layanan freedomain yang menyediakan fitur yang lumayan lengkap, selain gratis, smartdots pun memiliki banyak pilihan domain, .net.tc, .eu.tc, .us.tc, .uk.tc, .co.uk.tc, .me.uk.tc, .org.uk.tc,
.au.tc, .com.au.tc, .pro.tc, .shop.tc, .edu.tc, .de.tc, .at.tc, .co.at.tc, dan banyak lagi.
Read More..

Domain Gratis yourname.co.cc


Kedua saya perkenalkan yourname.co.cc
di sini mendukung Cname dll. gratis !!!!kalau mau daftar silakan klik sini
Read More..

Domain Gratis dot.tk


Mari kali ini kita bahas masalah Domain Gratis
Pertama saya kenalin nich [Dot]Tk, disini nama blog anda yang panjang akan di rename

langsung kalau ingin daftar klik di sini
Read More..

Senin, 08 Juni 2009

Sejarah Bani Abbasiyah

Sejarah Bani Abbasiyah
Bani Abbasiyah atau Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: العبّاسدين, al-Abbāsidīn) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Bagdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini naik kekuasaan setelah mengalahkan Bani Umayyah dari semua kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dibentuk oleh keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, Abbas. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa tentara-tentara Turki yang mereka bentuk, Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Bagdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Bagdad.
Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang.

Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. Tetapi pada tahun 940 kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang non-Arab, khususnya orang Turki (dan kemudian diikuti oleh orang Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13), mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan.
Meskipun begitu, kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan dunia Islam. Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Namun kemudian, Said bin Husain, seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah yang mengaku bahwa anak perempuannya adalah keturunan Nabi Muhammad, mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun 909, sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Pada awalnya ia hanya menguasai Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya. Namun kemudian, ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina, sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai, dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. Sedangkan Bani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol, kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929, sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031.

Menuju kekuasaan dan masa berkuasanya
Bani Abbasiyyah merupakan keturunan dari Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652) yang juga merupakan paman dari Nabi Muhammad, oleh karena itu mereka termasuk ke dalam Bani Hasyim. Sedangkan Bani Umayyah yang merupakan salah satu kabilah dalam Quraisy, bukan termasuk yang seketurunan dengan Nabi.
Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750, Abu al-Abbas al-Saffah menang melawan pasukan Bani Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah.
Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah Umayyah, dimana pendiri dari khilafah ini adalah keturunan Al-Abbas, paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas Rahimahullah. Dimana pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya.
Kekuasaan dinasti Bani Abbas, atau khilafah Abbasiyah, sebagaimana disebutkan melanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan al-Abbas paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abass. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M) s/d. 656 H (1258 M).
Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial dan budaya. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode:
1. Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut periode pengaruh arab dan Persia pertama.
2. Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.
3. Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
4. Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) kesultanan Bani Seljuk (salajiqah al-Kubra/Seljuk agung).
5. Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad (invasi dari tar-tar,dan ekspansi bani Utsmani secara besar-besaran).
Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
Masa pemerintahan Abu al-Abbas Rahimahullah , pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. karena itu, pembina sebenarnya dari daulah Abbasiyah adalah Abu Ja'far al-Manshur Rahimahullah (754-775 M). Dia dengan keras menghadapi lawan-lawannya dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi'ah yang merasa dikucilkan dari kekuasaan. Untuk mengamankan kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir, karena tidak bersedia membaiatnya, dibunuh oleh Abu Muslim al-Khurasani atas perintah Abu Ja'far Rahimahullah . Abu Muslim sendiri karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya, dihukum mati pada tahun 755 M.
Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu, al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya, Bagdad, dekat bekas ibu kota Persia, Clesiphon, tahun 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan Penertiban pemerintahannya. Dia mengangkat sejumlah personal untuk menduduki jabatan di lembaga eksekutif dan yudikatif. Di bidang pemerintahan, dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator departemen, Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara disamping membenahi angkatan bersenjata. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat. Pada masa al-Manshur, jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah.
Khalifah al-Manshur Rahimahullah berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat, dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. Diantara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosphorus. Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama gencatan senjata 758-765 M, Bizantium membayar upeti tahunan. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus, Daylami di laut Kaspia, Turki di bagian lain Oksus dan India.
Pada masa al-Manshur Rahimahullah pengertian khalifah kembali berubah. Dia berkata, "Innama anii Sulthan Allah fi ardhihi (sesungguhnya saya adalah kekuasaan Tuhan di bumi-Nya)". Dengan demikian, konsep khilafah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasi sesudahnya merupakan mandat dari Allah, bukan dari manusia, bukan pula sekedar pelanjut Nabi sebagaimana pada masa al- Khulafa' al-Rasyiduun. Disamping itu, berbeda dari daulat Umayyah, khalifah-khalifah Abbasiyah memakai "gelar tahta", seperti al-Manshur adalah "gelar tahta"nya Sulthan Abu Ja'far. "gelar tahta" itu lebih populer daripada nama yang sebenarnya.
Kalau dasar-dasar pemerintahan daulah Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abul-Abbas dan Abu Ja'far al-Manshur, maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya, yaitu al-Mahdi (775-785 M), al-Hadi (775- 786 M), Harun al-Rasyid (786-809 M), al-Ma'mun (813-833 M), al-Mu'tashim (833-842 M), al-Watsiq (842-847 M) (ketiga khalifah tersebut berfaham jahmiyyah), dan al-Mutawakkil (847-861 M). Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi. Terkecuali itu dagang transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. Bashrah menjadi pelabuhan yang penting.
Popularitas daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun al-Rasyid Rahimahullah (786-809 M) dan puteranya al-Ma'mun (813-833 M). Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid Rahimahullah untuk keperluan sosial. Rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi didirikan. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Disamping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi. Al-Ma'mun, pengganti al-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu filsafat. Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani, ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli (wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah). Ia juga banyak mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Baitul-Hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa Al-Ma'mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Al-Mu'tashim, khalifah berikutnya (833-842 M), memberi peluang besar kepada orang-orang Turki untuk masuk dalam pemerintahan, keterlibatan mereka dimulai sebagai tentara pengawal. Tidak seperti pada masa daulah Umayyah, dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Praktek orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. Dengan demikian, kekuatan militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. Walaupun demikian, dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas, baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas, revolusi al-Khawarij di Afrika Utara, gerakan Zindiq di Persia, gerakan Syi'ah, dan konflik antar bangsa dan aliran pemikiran keagamaan. Semuanya dapat dipadamkan.
Dari gambaran di atas Bani Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. Disamping itu, ada pula ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbas yang tak terdapat di zaman Bani Umayyah.
1. Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad, pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab Islam. Sedangkan dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab Islam. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abbasiyah, pengaruh kebudayaan Persia sangat kuat, dan pada periode kedua dan keempat bangsa Turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini.
2. Dalam penyelenggaraan negara, pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir, yang membawahi kepala-kepala departemen. Jabatan ini tidak ada di dalam pemerintahan Bani Umayyah.
3. Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. Sebelumnya, belum ada tentara khusus yang profesional. Sebagaimana diuraikan di atas, puncak perkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam. Dalam bidang pendidikan, misalnya, di awal Islam, lembaga pendidikan sudah mulai berkembang. Ketika itu, lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat:
-Maktab/Kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadits, fiqh dan bahasa.
-Tingkat pendalaman. Para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya, pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. Pada umumnya, ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. Bagi anak penguasa pendidikan bisa berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana.
Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas, dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga dapat membaca, menulis dan berdiskusi. Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Disamping itu, kemajuan itu paling tidak, juga ditentukan oleh dua hal, yaitu:
1. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk Islam. Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia, sebagaimana sudah disebutkan, sangat kuat di bidang pemerintahan. Disamping itu, bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat dan sastra. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran, ilmu matematika dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat.
2. Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, pada masa khalifah al-Manshur hingga Harun al-Rasyid. Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. Fase kedua berlangsung mulai masa khalifah al-Ma'mun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas.
Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut, terutama melalui gerakan terjemahan, bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Dalam bidang tafsir, sejak awal sudah dikenal dua metode, penafsiran pertama, tafsir bi al-ma'tsur, yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Kedua, tafsir bi al-ra'yi, yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pikiran daripada hadits dan pendapat sahabat. Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra'yi, (tafsir rasional), sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi. Perkembangan logika di kalangan umat Islam sangat mempengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut.
Imam-imam madzhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. Imam Abu Hanifah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah, kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Karena itu, mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional daripada hadits. Muridnya dan sekaligus pelanjutnya, Abu Yusuf, menjadi Qadhi al-Qudhat di zaman Harun al-Rasyid. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah, Imam Malik (713-795 M) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat Madinah. Pendapat dua tokoh mazhab hukum itu ditengahi oleh Imam Syafi'i (767-820 M),dan Imam Ahmad ibn Hanbal (780-855 M) mengembalikan sistim madzhab dan pendapat akal semata kepada hadits Nabi serta memerintahkan para muridnya untuk berpegang kepada hadits Nabi serta pemahaman para sahabat Nabi. Hal ini beliau Rahimahullah lakukan untuk menjaga dan memurnikan ajaran Islam dari kebudayaan serta adat istiadat orang-orang non-Arab. Disamping empat pendiri madzhab besar tersebut, pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak para mujtahid lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan madzhab-nya pula. Akan tetapi, karena pengikutnya tidak berkembang, pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman.
Aliran-aliran sesat yang sudah ada pada masa Bani Umayyah, seperti Khawarij, Murji’ah dan Mu'tazilah pun ada. Akan tetapi perkembangan pemikirannya masih terbatas. Teologi rasional Mu'tazilah muncul di ujung pemerintahan Bani Umayyah. Namun, pemikiran-pemikirannya yang lebih kompleks dan sempurna baru mereka rumuskan pada masa pemerintahan Bani Abbas periode pertama, setelah terjadi kontak dengan pemikiran Yunani yang membawa pemikiran filsafat dan rasionalisme dalam Islam. Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H/752-849M) dan al-Nazzam (185-221 H/801-835M). Asy'ariyah, aliran tradisional di bidang teologi yang dicetuskan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ari (873-935 M) yang lahir pada masa Bani Abbas ini juga banyak sekali terpengaruh oleh logika Yunani. Ini terjadi, karena al-Asy'ari sebelumnya adalah pengikut Mu'tazilah. Hal yang sama berlaku pula dalam bidang sastra. Penulisan hadits, juga berkembang pesat pada masa Bani Abbas. Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya fasilitas dan transportasi, sehingga memudahkan para pencari dan penulis hadits bekerja.
Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia dan sejarah. Dalam lapangan astronomi terkenal nama al-Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. Al-Farghani, yang dikenal di Eropa dengan nama Al-Faragnus, menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama ar-Razi dan Ibn Sina. Ar-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokteraan berada di tangan Ibn Sina. Ibn Sina yang juga seorang filosof berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Diantara karyanya adalah al-Qoonuun fi al-Thibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah.
Dalam bidang optikal Abu Ali al-Hasan ibn al-Haitsami, yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen, terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya ke benda yang dilihat. Menurut teorinya yang kemudian terbukti kebenarannya bendalah yang mengirim cahaya ke mata. Di bidang kimia, terkenal nama Jabir ibn Hayyan. Dia berpendapat bahwa logam seperti timah, besi dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. Di bidang matematika terkenal nama Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi, yang juga mahir dalam bidang astronomi. Dialah yang menciptakan ilmu aljabar. Kata "aljabar" berasal dari judul bukunya, al-Jabr wa al-Muqoibalah. Dalam bidang sejarah terkenal nama al-Mas'udi. Dia juga ahli dalam ilmu geografi. Diantara karyanya adalah Muuruj al-Zahab wa Ma'aadzin al-Jawahir.
Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat, antara lain al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Rusyd. Al-Farabi banyak menulis buku tentang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Ibn Sina juga banyak mengarang buku tentang filsafat. Yang terkenal diantaranya ialah asy-Syifa'. Ibn Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes, banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat, sehingga di sana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme. Pada masa kekhalifahan ini dunia Islam mengalami peningkatan besar-besaran di bidang ilmu pengetahuan. Salah satu inovasi besar pada masa ini adalah diterjemahkannya karya-karya di bidang pengetahuan, sastra, dan filosofi dari Yunani, Persia, dan Hindustan.
Banyak golongan pemikir lahir zaman ini, banyak diantara mereka bukan Islam dan bukan Arab Muslim. Mereka ini memainkan peranan yang penting dalam menterjemahkan dan mengembangkan karya Kesusasteraan Yunani dan Hindu, dan ilmu zaman pra-Islam kepada masyarakat Kristen Eropa. Sumbangan mereka ini menyebabkan seorang ahli filsafat Yunani yaitu Aristoteles terkenal di Eropa. Tambahan pula, pada zaman ini menyaksikan penemuan ilmu geografi, matematik, dan astronomi seperti Euclid dan Claudius Ptolemy. Ilmu-ilmu ini kemudiannya diperbaiki lagi oleh beberapa tokoh Islam seperti Al-Biruni dan sebagainya.
Demikianlah kemajuan politik dan kebudayaan yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik, kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Pada masa ini, kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan, sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan dan kegemilangan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama. Namun sayang, setelah periode ini berakhir, Islam mengalami masa kemunduran. Wallahul Musta’an

Masa Berkuasanya Bani Buwaih
Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan, dengan membiarkan jabatan tetap dipegang bani Abbas, karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi, sedangkan kekusaan dapat didirikan di pusat maupun daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. Diantara Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. Hal ini sebenarnya juga terjadi pada pemerintahan-pemerintahan Islam sebelumnya. Tetapi, apa yang terjadi pada pemerintahan Abbasiyah berbeda dengan yang terjadi sebelumnya.
Pada masa pemerintahan Bani Abbas, perebutan kekuasaan sering terjadi, terutama di awal berdirinya. Akan tetapi, pada masa-masa berikutnya, seperti terlihat pada periode kedua dan seterusnya, meskipun khalifah tidak berdaya, tidak ada usaha untuk merebut jabatan khilafah dari tangan Bani Abbas. Yang ada hanyalah usaha merebut kekuasaannya dengan membiarkan jabatan khalifah tetap dipegang Bani Abbas. Hal ini terjadi karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Sedangkan kekuasaan dapat didirikan di pusat maupun di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. Tentara Turki berhasil merebut kekuasaan tersebut. Di tangan mereka khalifah bagaikan boneka yang tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan merekalah yang memilih dan menjatuhkan khalifah sesuai dengan keinginan politik mereka. Setelah kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki pada periode kedua, pada periode ketiga (334-447 H/l055 M), daulah Abbasiyah berada di bawah pengaruh kekuasaan Bani Buwaih.
Kehadiran Bani Buwaih berawal dari tiga orang putera Abu Syuja' Buwaih, pencari ikan yang tinggal di daerah Dailam, yaitu Ali, Hasan dan Ahmad. Untuk keluar dari tekanan kemiskinan, tiga bersaudara ini memasuki dinas militer yang ketika itu dipandang banyak mendatangkan rezeki. Pada mulanya mereka bergabung dengan pasukan Makan Ibn Kali, salah seorang panglima perang daerah Dailam. Setelah pamor Makan Ibn Kali memudar, mereka kemudian bergabung dengan panglima Mardawij Ibn Zayyar al-Dailamy .Karena prestasi mereka, Mardawij mengangkat Ali menjadi gubernur al-Karaj, dan dua saudaranya diberi kedudukan penting lainnya. Dari al-Karaj itulah ekspansi kekuasaan Bani Buwaih bermula. Pertama-tama Ali berhasil menaklukkan daerah-daerah di Persia dan menjadikan Syiraz sebagai pusat pemerintahan. Ketika Mardawij meninggal, Bani Buwaih yang bermarkas di Syiraz itu berhasil menaklukkan beberapa daerah di Persia seperti Rayy, Isfahan, dan daerah-daerah Jabal. Ali berusaha mendapat legalisasi dari khalifah Abbasiyah, al-Radhi Billah dan mengirimkan sejumlah uang untuk perbendaharaan negara. Ia berhasil mendapatkan legalitas itu. Kemudian ia melakukan ekspansi ke Irak, Ahwaz, dan Wasith.
Dari sini tentara Buwaih menuju Baghdad untuk merebut kekuasaan di pusat pemerintahan. Ketika itu, Baghdad sedang dilanda kekisruhan politik, akibat perebutan jabatan Amir al-Umara antara wazir dan pemimpin militer. Para pemimpin militer meminta bantuan kepada Ahmad Ibn Buwaih yang berkedudukan di Ahwaz. Permintaan itu dikabulkan. Ahmad dan pasukannya tiba di Baghdad pada tanggal Jumadil-ula 334 H/945 M. Ia disambut baik oleh khalifah dan langsung diangkat menjadi Amirul-Umara, penguasa politik negara, dengan gelar Mu'izz al-Daulah. Saudaranya, Ali Ibn Buwaih, yang memerintah di bagian selatan Persia dengan pusatnya di Syiraz diberikan gelar Imad al-Daulah, dan Hasan Ibn Buwaih yang memerintah di bagian utara, Isfahan dan Rayy, dianugerahi gelar Rukn al-Daulah. Sejak itu, sebagaimana terhadap para pemimpin militer Turki sebelumnya, para khalifah tunduk kepada Bani Buwaih. Pada masa pemerintahan Bani Buwaih ini, para khalifah Abbasiyah benar-benar tinggal namanya saja. Pelaksanaan pemerintahan sepenuhnya berada di tangan amir-amir Bani Buwaih. Keadaan khalifah lebih buruk daripada masa sebelumnya, terutama karena Bani Buwaih adalah penganut aliran Syi'ah, sementara Bani Abbas adalah Sunni. Selama masa kekuasaan Bani Buwaih sering terjadi kerusuhan antara kelompok Ahlussunnah dan Syi'ah, pemberontakan tentara, dan sebagainya.
Setelah Baghdad dikuasai, Bani Buwaih memindahkan markas kekuasaan dari Syiraz ke Baghdad. Mereka membangun gedung tersendiri di tengah kota dengan nama Dar al-Mamlakah. Meskipun demikian, kendali politik yang sebenarnya masih berada di Syiraz, tempat Ali Ibn Buwaih (saudara tertua) bertahta. Dengan kekuatan militer Bani Buwaih, beberapa dinasti kecil yang sebelumnya memerdekakan diri dari Baghdad, seperti Bani Hamdan di wilayah Syria dan Irak, Dinasti Samaniyah, dan Ikhsyidiyah, dapat dikendalikan kembali dari Baghdad. Sebagaimana para khalifah Abbasiyah periode pertama, para penguasa Bani Buwaih mencurahkan perhatian secara langsung dan sungguh-sungguh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kesusasteraan. Pada masa Bani Buwaih ini banyak bermunculan ilmuwan besar, di antaranya al-Farabi (w. 950 M), Ibn Sina (980-1037 M), al-Farghani, Abdurrahman al-Shufi (w. 986 M), Ibn Maskawaih (w. 1030 M), Abu al-'Ala al-Ma'arri (973-1057 M), dan kelompok Ikhwan al-Shafa. Jasa Bani Buwaih juga terlihat dalam pembangunan kanal-kanal, masjid-masjid, beberapa rumah sakit, dan sejumlah bangunan umum lainnya. Kemajuan tersebut diimbangi dengan laju perkembangan ekonomi, pertanian, perdagangan, dan industri, terutama permadani.
Kekuatan politik Bani Buwaih tidak lama bertahan. Setelah generasi pertama, tiga bersaudara tersebut, kekuasaan menjadi ajang pertikaian diantara anak-anak mereka. Masing-masing merasa paling berhak atas kekuasaan pusat. Misalnya, pertikaian antara 'Izz al-Daulah Bakhtiar, putera Mu'izz al-Daulah dan 'Adhad al-Daulah, putera Imad al-Daulah, dalam perebutan jabatan amir al-umara. Perebutan kekuasaan di kalangan keturunan Bani Buwaih ini merupakan salah satu faktor internal yang membawa kemunduran dan kehancuran pemerintahan mereka. Faktor internal lainnya adalah pertentangan dalam tubuh militer, antara golongan yang berasal dari Dailam dengan keturunan Turki. Ketika Amir al-Umara dijabat oleh Mu'izz al-Daulah persoalan itu dapat diatasi, tetapi manakala jabatan itu diduduki oleh orang-orang yang lemah, masalah tersebut muncul ke permukaan, mengganggu stabilitas dan menjatuhkan wibawa pemerintah.
Sejalan dengan makin melemahnya kekuatan politik Bani Buwaih, makin banyak pula gangguan dari luar yang membawa kepada kemunduran dan kehancuran dinasti ini. Faktor-faktor eksternal tersebut diantaranya adalah semakin gencarnya serangan-serangan Bizantium ke dunia Islam, dan semakin banyaknya dinasti-dinasti kecil yang membebaskan diri dari kekuasaan pusat di Baghdad. Daulah-daulah itu, antara lain dinasti Fathimiyah yang memproklamasikan dirinya sebagai pemegang jabatan khalifah di Mesir, Ikhsyidiyah di Mesir dan Syria, Hamdan di Aleppo dan lembah Furat, Ghaznawi di Ghazna dekat kabul, dan Dinasti Seljuk yang berhasil merebut kekuasaan dari tangan Bani Buwaih.


Masa Disintegrasi (1000-1250 M) – Daulah-daulah yang Melepaskan Diri dari Pemerintahan Baghdad
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu, propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas, dengan berbagai cara diantaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh.
Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zaman Bani Umayyah. Akan tetapi berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah, akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan pemerintahan Bani Abbas. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah, mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya, sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam. Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Bani Abbas. Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara, kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Bahkan dalam kenyataannya, banyak daerah tidak dikuasai khalifah. Secara riil, daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan gubernur-gubernur propinsi bersangkutan. Hubungannya dengan khilafah ditandai dengan pembayaran pajak.
Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari propinsi-propinsi tertentu, dengan pembayaran upeti itu. Alasannya adalah :
pertama, mungkin para khalifah tidak cukup kuat untuk membuat mereka tunduk kepadanya,
kedua, penguasa Bani Abbas lebih menitik beratkan pembinaan peradaban dan kebudayaan daripada politik dan ekspansi.
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada persoalan politik itu, propinsi-propinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara: Pertama, seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh, seperti daulah Umayyah di Spanyol dan Idrisiyyah di Marokko. Kedua, seseorang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah, kedudukannya semakin bertambah kuat, seperti daulah Aghlabiyah di Tunisia dan Thahiriyyah di Khurasan.
Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Idrisiyyah di Marokko, propinsi-propinsi itu pada mulanya tetap patuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. Namun pada saat wibawa khalifah sudah memudar mereka melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad. Mereka bukan saja menggerogoti kekuasaan khalifah, tetapi beberapa diantaranya bahkan berusaha menguasai khalifah itu sendiri.
Menurut Ibnu Khaldun, sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan. Fenomena ini mungkin bersamaan dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan militer di propinsi-propinsi tertentu yang membuat mereka benar-benar independen. Kekuatan militer Abbasiyah waktu itu mulai mengalami kemunduran. Sebagai gantinya, para penguasa Abbasiyah mempekerjakan orang-orang profesional di bidang kemiliteran, khususnya tentara Turki dengan sistem perbudakan baru seperti diuraikan di atas. Pengangkatan anggota militer Turki ini, dalam perkembangan selanjutnya teryata menjadi ancaman besar terhadap kekuasaan khalifah. Apalagi pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah, sudah muncul fanatisme kebangsaan berupa gerakan syu'u arabiyah (kebangsaan/anti Arab).
Gerakan inilah yang banyak memberikan inspirasi terhadap gerakan politik, disamping persoalan-persoalan keagamaan. Nampaknya, para khalifah tidak sadar akan bahaya politik dari fanatisme kebangsaan dan aliran keagamaan itu, sehingga meskipun dirasakan dalam hampir semua segi kehidupan, seperti dalam kesusasteraan dan karya-karya ilmiah, mereka tidak bersungguh-sungguh menghapuskan fanatisme tersebut, bahkan ada diantara mereka yang justru melibatkan diri dalam konflik kebangsaan dan keagamaan itu.

Faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran Bani Abbas pada masa ini, sehingga banyak daerah memerdekakan diri, adalah:
1. Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan. Bersamaan dengan itu, tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah.
2. Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.
3. Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. Pada saat kekuatan militer menurun, khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad.
Sebab-sebab Kemunduran Pemerintahan Bani Abbas (Masa Disintegrasi)
Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun, terutama di bidang politik. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan.
Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini, khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. Ada diantaranya yang cukup besar, namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Para khalifah Abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali, tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menyerang Baghdad. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam, yang disebut masa pertengahan.
Sebagaimana terlihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah, masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Namun demikian, faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat, benih-benih itu tidak sempat berkembang. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila khalifah kuat, para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil, tetapi jika khalifah lemah, mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Disamping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Persaingan antar Bangsa
Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Persekutuan dilatar belakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Keduanya sama-sama tertindas. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri, dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Menurut Ibnu Khaldun, ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab. Pertama, sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. Kedua, orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ashabiyah (kesukuan). Dengan demikian, khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas ashabiyah tradisional.
Meskipun demikian, orang-orang Persia tidak merasa puas. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. Sementara itu bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab ('ajam) di dunia Islam.
Selain itu, wilayah kekuasaan Abbasiyah pada periode pertama sangat luas, meliputi berbagai bangsa yang berbeda, seperti Maroko, Mesir, Syria, Irak, Persia, Turki dan India. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. Kecuali Islam, pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. Akibatnya, disamping fanatisme kearaban, muncul juga fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu'ubiyah.
Fanatisme kebangsaan ini nampaknya dibiarkan berkembang oleh penguasa. Sementara itu, para khalifah menjalankan sistem perbudakan baru. Budak-budak bangsa Persia atau Turki dijadikan pegawai dan tentara. Mereka diberi nasab dinasti dan mendapat gaji. Oleh Bani Abbas, mereka dianggap sebagai hamba. Sistem perbudakan ini telah mempertinggi pengaruh bangsa Persia dan Turki. Karena jumlah dan kekuatan mereka yang besar, mereka merasa bahwa negara adalah milik mereka; mereka mempunyai kekuasaan atas rakyat berdasarkan kekuasaan khalifah. Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah berdiri. Akan tetapi, karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan, stabilitas politik dapat terjaga. Setelah al-Mutawakkil, seorang khalifah yang lemah, naik tahta, dominasi tentara Turki tak terbendung lagi. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarnya sudah berakhir. Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. Posisi ini kemudian direbut oleh Bani Buwaih, bangsa Persia, pada periode ketiga, dan selanjutnya beralih kepada Dinasti Seljuk pada periode keempat, sebagaimana diuraikan terdahulu.
2. Kemerosotan Ekonomi
Khilafah Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik. Pada periode pertama, pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar, sehingga Baitul-Mal penuh dengan harta. Pertambahan dana yang besar diperoleh antara lain dari al-Kharaj, semacam pajak hasil bumi.
Setelah khilafah memasuki periode kemunduran, pendapatan negara menurun sementara pengeluaran meningkat lebih besar. Menurunnya pendapatan negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. jenis pengeluaran makin beragam dan para pejabat melakukan korupsi. Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat-marit. Sebaliknya, kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik dinasti Abbasiyah kedua, faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan.
3. Munculnya aliran-aliran sesat dan fanatisme kesukuan.
Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai, kekecewaan mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme, Zoroasterisme dan Mazdakisme. Munculnya gerakan yang dikenal dengan gerakan Zindiq ini menggoda rasa keimanan para khalifah. Al-Manshur berusaha keras memberantasnya. Al-Mahdi bahkan merasa perlu mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi kegiatan orang-orang Zindiq dan melakukan mihnah dengan tujuan memberantas bid'ah. Akan tetapi, semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka. Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq berlanjut mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti polemik tentang ajaran, sampai kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah di kedua belah pihak. Gerakan al-Afsyin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu.
Pada saat gerakan ini mulai tersudut, pendukungnya banyak berlindung di balik ajaran Syi'ah, sehingga banyak aliran Syi'ah yang dipandang ghulat (ekstrim) dan dianggap menyimpang oleh penganut Syi'ah sendiri. Aliran Syi'ah memang dikenal sebagai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan paham Ahlussunnah. Antara keduanya sering terjadi konflik yang kadang-kadang juga melibatkan penguasa. Al-Mutawakkil, misalnya, memerintahkan agar makam Husein Ibn Ali di Karballa dihancurkan. Namun anaknya, al-Muntashir (861-862 M.), kembali memperkenankan orang syi'ah "menziarahi" makam Husein tersebut. Syi'ah pernah berkuasa di dalam khilafah Abbasiyah melalui Bani Buwaih lebih dari seratus tahun. Dinasti Idrisiyah di Marokko dan khilafah Fathimiyah di Mesir adalah dua dinasti Syi'ah yang memerdekakan diri dari Baghdad yang Sunni.
Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindiq atau Ahlussunnah dengan Syi'ah saja, tetapi juga antar aliran dalam Islam. Mu'tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bid'ah oleh golongan salafy. Perselisihan antara dua golongan ini dipertajam oleh al-Ma'mun, khalifah ketujuh dinasti Abbasiyah (813-833 M), dengan menjadikan mu'tazilah sebagai mazhab resmi negara dan melakukan mihnah. Pada masa al-Mutawakkil (847-861 M), aliran Mu'tazilah dibatalkan sebagai aliran negara dan golongan salaf kembali naik daun. Tidak tolerannya pengikut Hanbali (salaf) itu terhadap Mu'tazilah yang rasional dipandang oleh tokoh-tokoh ahli filsafat telah menyempitkan horizon intelektual padahal para salaf telah berusaha untuk mengembalikan ajaran islam secara murni sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah.
Aliran Mu'tazilah bangkit kembali pada masa Bani Buwaih. Namun pada masa dinasti Seljuk yang menganut paham Sunni Salafy, penyingkiran golongan Mu'tazilah mulai dilakukan secara sistematis. Dengan didukung penguasa aliran Asy'ariyah tumbuh subur dan berjaya. Pikiran-pikiran al-Ghazali yang mendukung aliran ini menjadi ciri utama paham Ahlussunnah. Pemikiran-pemikiran tersebut mempunyai efek yang tidak menguntungkan bagi pengembangan kreativitas intelektual Islam konon sampai sekarang.
Berkenaan dengan konflik keagamaan itu, Syed Ameer Ali mengatakan:
"Agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti juga agama Isa ‘alaihis salaam, terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam. Perbedaan pendapat mengenai soal-soal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir, selalu menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari perbedaan-perbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manusia. Soal kehendak bebas manusia... telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam ...Pendapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah ... menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga".
4. Ancaman dari Luar
Apa yang disebutkan di atas adalah faktor-faktor internal. Disamping itu, ada pula faktor-faktor eksternal yang menyebabkan khilafah Abbasiyah lemah dan akhirnya hancur. Pertama, Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. Kedua, serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. Sebagaimana telah disebutkan, orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. Perang Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada di wilayah kekuasaan Islam. Namun, diantara komunitas-komunitas Kristen Timur, hanya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan Perang Salib dan melibatkan diri dalam tentara Salib itu. Pengaruh Salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol. Disebutkan bahwa Hulagu Khan, panglima tentara Mongol, sangat membenci Islam karena ia banyak dipengaruhi oleh orang-orang Budha dan Kristen Nestorian. Gereja-gereja Kristen berasosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti Islam itu dan diperkeras di kantong-kantong ahlul-kitab. Tentara Mongol, setelah menghancur leburkan pusat-pusat Islam, ikut memperbaiki Yerussalem.
Masa Berkuasanya Bani Mamalik/Mamluk (Masa terakhir dari kekhalifahan Bani Abbas)
Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup, maka para budak dan tentara bayaran mengambil inisiatif untuk merebut kekuasaan dari karajaan Ayyubiyyah yang pada masa itu merupakan kepanjangan tangan dari Bani Abbasiyyah, hal ini disebabkan karena para penguasa Ayyubiyyah kurang tegas dalam memimpin kerajaan. Akan tetapi Mamluk tetap mempertahankan kekhalifahan Abbasiyyah dengan menjadikan mereka sebagai kepala negara dan memindahkan khalifah dari baghdad ke Cairo karena akibat serangan dari tentara tartar dan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan.

Kronologi Kekhalifahan Bani Abbasiyyah
• 750 - Abu al-Abbas al-Saffah menjadi Khalifah pertama Bani Abbasiyah.
• 752 - Bermulanya Kekhalifahan Bani Abbasiyah.
• 755 - Pemberontakan Abdullah bin Ali. Pembunuhan Abu Muslim.
• 756 - Abd ar-Rahman I mendirikan kerajaan Bani Umayyah di Spanyol.
• 763 - Pembangunan kota Bagdad. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol.
• 786 - Harun ar-Rasyid menjadi Khalifah.
• 792 - Serangan ke utara Perancis.
• 800 - Kaidah keilmuan mulai terbentuk. Aljabar diciptakan oleh Al-Khawarizmi.
• 805 - Kampanye melawan Byzantium. Merebut Pulau Rhodes dan Siprus.
• 809 - wafatnya Harun ar-Rasyid. al-Amin dilantik menjadi khalifah.
• 814 - Perang saudara antara al-Amin dan al-Ma'mun. al-Amin terbunuh dan al-Ma'mun menjadi khalifah.
• 1000 - Masjid Besar Cordoba dibangun.
• 1005 - Multan dan Ghur ditawan.
• 1055 - Baghdad dikuasai oleh tentara Turki Seljuk. Pemerintahan Abbasiyah-Seljuk dimulai sampai sekitar tahun 1258 ketika tentara Mongol menghancurkan Baghdad.
• 1071 - Peristiwa Manzikert. Sulthan Alp Arselan beserta pasukannya yang hanya berjumlah 15.000 tentara berhasil mengalahkan gabungan tentara salib yang dipimpim oleh Kaisar Romanus IV yang berjumlah 200.000 tentara.
• 1072 - Sulthan Alp Arselan berhasil menguasai Asia Tengah (Anatolia). dan meneruskan kepungannya terhadap kerajaan Byzantium.
• 1085 - Tentara Kristen menawan Toledo, Spanyol.
• 1091 - Bangsa Norman merebut Sisilia, pemerintahan Muslim di sana berakhir.
• 1095 - Perang Salib pertama dimulai.
• 1099 - Tentara Salib merebut Baitulmuqaddis. Mereka membunuh semua penduduknya.
• 1144 - Nur al-Din merebut Edessa dari tentara Salib. Perang Salib Kedua dimulai.
• 1187 - Salahuddin Al-Ayubbi merebut Baitulmuqaddis dari tentara Salib. Perang Salib Ketiga dimulai.
• 1194 - Tentara Muslim merebut Delhi, India.
• 1236 - Tentara Salib merebut Cordoba, Spanyol.
• 1258 - Tentara Mongol menyerang dan memusnahkan Baghdad. Ribuan penduduk terbunuh. Kejatuhan Baghdad. Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah di Baghdad.
Read More..

Cari Blog Ini