Kamis, 22 Maret 2012

Eh.. Cinta.. Langsung aja.. ^^


Banyak sekali bahasan mengenai merajut cinta di kala masih muda. Kenapa sih kok harus buru-buru booking dengan cara pacaran? Takut keduluan diambil orang ya? Kalau takut, lamar aja langsung. ^^

Mungkin pendapat di atas sudah sering kita dengar. Dan masalah cinta ke lawan jenis memang selalu aja tidak membuat bosan untuk dibahas. Tapi bukankah kita tak perlu terburu-buru booking pasangan buat nikah. Hari ini cinta, siapa tahun 4 atau 5 tahun lagi sudah bosen. Bukankah kita tidak tahu bagaimana perasaan kita 4 atau 5 tahun lagi? Bukankah Allah maha membolak balikkan hati?

Ndak perlu buru-buru ngerajut ikatan cinta deh. Kalau emang suka sama si dia yaudah suka aja, masalah jodoh kan udah ditentukan oleh-Nya kan? Masih iman kan dengan takdir Allah. Toh kalau ingin mendapat pasangan yang baik, Allah sudah memberi salah satu kuncinya dalam salah satu firmannya,

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji [pula], dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik [pula] …. (Annur: 26)

Dari ayat itu bisa disimpulkan, kalau ingin memiliki suami atau istri yang sholihah, maka kita harus mempersholih diri. Pokoknya jangan sampai meragukan janji Allah deh pokoknya.

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji. (Q.S.Al-Imran: 194)

Oh ya, jatuh cinta itu adalah fitrah, tapi jangan dijadikan sebuah fitnah. Jadi tahan dulu sampai siap menikah. Ndak perlu booking atau pacaran dahulu karena yang disunnahkan itu menikah. Bahkan Allah berfirman,

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Selain itu, pacaran juga termasuk buang-buang waktu. Imam Syafi’I juga sudah mengingatkan bahwa, “Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak bisa mengendalikannya maka waktu itu akan menebasmu”.

Perlu diingat juga, jangan sok tau bahwa yang kita booking atau pacari saat masa remaja ini adalah yang terbaik untuk kita nikahi nanti. Kalau pun dia menurutmu adalah yang terbaik dan akhirnya keduluan orang lain, tak perlulah antum bersedih. Karena apa yang kita sukai belum tentu baik bagi kita,

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengatahui (Al-baqarah: 216)

Buat penambah semangat, sebelum saya akhiri tulisan ini, mari kita ingat kisah cinta Ali bin Abi Thalib ketika Fatimah sempat dilamar kedua sahabat Rasulullah. Kedua sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Sahabat yang sangat kuat imannya. Dialah Abu Bakar Shidiq. Orang yang menemani Rasulullah ketika hijrah. Orang yang sangat dekat sekali dengan Rasulullah. Sahabat yang satunya lagi yaitu Umar bin Khattab. Dialah orang yang mendapat gelar Al-Faruq. Orang yang bisa membedakan antara yang haq dan yang batil. Tapi itu kenyataannya, Ali-lah yang dijodohkan Allah dengan Fatimah putri tercantik Rasulullah, dan perlu diketahui, Ali tidak pacaran dulu sama Fatimah lho.
Ndak perlu pegang-pegangan tangan dan pergi ke bioskop sebelum menikah. Mungkin juga bisa dibayangkan bagaimana perasaan Ali ketika Abu Bakar Shidiq atau Umar bin Khattab melamar Fatimah. Wow, super sekali bukan?..
itulah kisah yang patut jadi inspirasi untuk kita.. ^^
Read More..

Rabu, 07 Maret 2012

kelalaian yang menyadarkanku


lalai, ya benar, adalah kalimat yang patut diberi predikat jelek. ^^ , tapi hal ini tidak berlaku dalam kasus yang akan ana ceritakan. hidup sederhana, wajah pas-pasan, banyak dosa pula.. hahaha lengkap sudah. XD
tapi dibalik itu, ana mendapatkan jawaban atas kelalaianku yang selama ana menjalaninya hati ini tak pernah tenang dalam melangkah,selalu bertanya-tanya, yang sebenarnya tau jadi buta. pada intinya, ana telah membuat kelalaian yaitu membiarkan hati ini menyukai seorang akhwat yang bukan mahramku.
siapa lelaki yang tidak menginginkan wanita yang shalihah? ^^
termasuk ana salah satu yang ada di daftar "menginginkan" itu. hehe

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

tapi bagaimana bisa ana mendapatkan wanita yang shalihah jika jalan yang ana lalui saja sudah tak sesuai yang di syari'atkan?...
sesaat ana berpikir, ternyata jalan yang selama ini kuambil itu salah.
ana sudah membuang beribu-ribu detik untuk bersama seseorang yang belum tentu dia jodohku.
Ya.
aku memang salah..
setelah kegundahan itu berlanjut, sambil browsing browsing ternyata nemu hadist ini..

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

”Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)

NAHLOOOH... astaghfirullahaladzim.....
*diam* *kehabisan kata-kata*
*sambil kedip-kedip liatin lepi*

akhirnya, kegundahan ini berakhir... bagaimana tidak? udah dibilang zina dari hadist nya..

setelah itu, ana berusaha sekuat mungkin untuk membentengi diri supaya "sedikit-sedikit" bisa belajar untuk terus mengamalkan sunnah dan juga menjauhi yang dilarang oleh-Nya.

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

"Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki." (HR. Tirmidzi, shahih)

maka sabarlah para ikhwan.. :) sesungguhnya Allah sudah menjanjikan

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

so... ndak usa khawatir tentang jodoh... ^^
Allah uda menyiapkannya untuk kita.
ini nih yang perlu diPERHATIKANN!!!

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)

hehehe, maaf jika ada kesalahan, karna kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
^^ sekian cerita dari ana, wassalamualaikum wr wb.
Read More..

Mengapa hati Berharga?..



MENGAPA HATI SANGAT BERHARGA?

1. Kebahagiaan dan kehancuran manusia tergantung pada hati
Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak maka seluruh tubuh pun akan rusak. Ketahuilah bahwa ia adalah hati”[1]
2. Hati adalah objek pandangan Allah Ta’ala selain amalan zhohir
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa-rupa kalian, tidak pula harta kalian, akan tetapi Dia melihat hati-hati dan amalan kalian”[2]
3. Hati adalah pusat ketakwaan
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Takwa itu disini!’, seraya menunjuk dadanya tiga kali[3]
4. Hati selalu berbolak-balik
Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebuah permisalan bagi hati ialah seperti bulu yang diombang-ambingkan angin di padang sahara”[4]
Yang membuat hati selalu berbolak-balik ialah pengaruh pandangan, ucapan, dan syahwat yang tersembunyi. Seperti pakaian putih atau kaca yang sangat bening, sedikit saja ia ternodai dan terkotori maka akan berbekas.[5]
5. Nilai amal seseorang berbeda-beda ganjarannya tergantung pada hati
Antara dua orang yang sedang melakukan suatu amalan yang sama bisa jadi nilai amalannya di sisi Allah Ta’ala bagaikan langit dan bumi

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim berwudhu dan memperbagusi wudhunya kemudian shalat dua raka’at dengan menghadapkan hati dan wajahnya, melainkan wajib baginya (masuk) surga”[6]

dari
http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/03/28/menata-hati/
Read More..

Cari Blog Ini