Senin, 25 Mei 2009

Kisah Dibalik Persahabatan

Aku punya sahabat yang sangat menyenangkan yaitu Rani, Shinta, dan Rio. Rani adalah teman sebangkuku. Aku senang bisa bersahabat dengan mereka. Aku juga sering bercerita tentang semua masalahku ke mereka.

Pada suatu hari, Rani teman sebangkuku lagi punya masalah sama pacarnya, sebut saja namanya Reski. Mereka berdua berpacaran sejak SMP. Padahal aku seneng banget tiap kali lihat mereka pacaran. Reski rela nglakuin pa ja buat Rani. Mereka saling menyayangi. Tapi, kenapa begitu besarnya cinta mereka bisa menyebabkan mereka putus. Sambil sesenggukan Rani berkata padaku.

“Apa bener dia kayak gitu ke aku? Kenapa dia tega nglakuin semua ni ke aku?” Reski telah menduakan Rani.

“Kamu jangan mudah percaya omongan orang sebelum ada bukti” jawabku.

Akupun bisa merasakan gimana perasaan Rani. Aku, Shinta, dan Rio coba ngehibur Rani. Aku seneng banget waktu lihat Rani bisa tersenyum.

“Aku seneng banget punya sahabat kayak kalian. Aku nggak mau kehilangan kalian.” Kata Rani sambil tersenyum.

Persahabatan kami lama berlangsung, Kami semakin kompak. Pada bulan Ramadhan, Shinta punya masalah ma pacarnya, sebut saja namanya Tian. Shinta bilang ke kami, Shinta denger dari orang lain kalau kelakuan Tian bener – bener jelek banget Katanya Tian perokok, minum – minuman keras. Tian juga sering keluar masuk BP gara – gara masalah itu. Tian juga hampir dikeluarkan dari sekolah. Shinta minta bantuan aku untuk cari tahu masalah ini. Aku pun menyanggupi permintaan Shinta karena kakakku sepupu juga lumayan akrab ma Tian. Tapi kakakku kurang tahu masalah itu.

Kakakku bilang, “Setahu aku, Tian emang perokok, tapi kalau masalah yang lain aku kurang tahu dek.”

Pada suatu hari, sepulang sekolah aku sudah berjanji mau ketemu ma kakakku sepupu. Kita mau ngobrolin masalah Tian. Aku seneng banget akhirnya bisa ketemu ma kakakku lagi. Karena dah lama kita nggak ketemu, kakakku kuliyah di luar kota. Kami pun mengobrol panjang lebar sambil bercanda – canda gitu. Sampai – sampai aku lupa da janji ma Shinta. Tiba – tiba Shinta lewat di depanku boncengan ma Lina, sambil berkata,

“Hai, jangan pacaran terus donk! sampai lupa waktu lagi.”

Aku sangat kaget dengar Shinta bilang kayak gitu ke aku. Padahal aku nglakuin ini semua kan juga buat nyelesain masalahnya ma Tian. Tapi aku juga sadar, emang aku juga salah. Tapi, disatu sisi aku juga jengkel banget ma Shinta.

Pertengkaran ini berlangsung terus, ditambah lagi ada yang memperkeruh pertengkaran kami disaat kami sedang panas. Akupun semakin kesal. Akhirnya, aku memutuskan untuk menjauh dari Shinta, Rani, dan Rio. Orang yang merusak persahabatan kami adalah Lina. Padahal aku punya niat buat minta maaf ma Shinta. Temen – temenku satu kelas juga bilang kalau Lina emang perusak persahabatan orang lain. Lina juga dah berhasil masuk dalam persahabatan Rani, Shinta, Rio untuk menggantikan aku. Setelah kejadian itu aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk menyendiri.

By : Yulia Lisa SH

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini